"Bicara Tentang Papua Merdeka, Ini Yang disampaikan Ketua (YAHAMAK)" - jayapurazone!!!

Cari Blog Ini

Sabtu, 04 Agustus 2018

"Bicara Tentang Papua Merdeka, Ini Yang disampaikan Ketua (YAHAMAK)"


jayapurazone.com Timika - Kemerdekaan bangsa Indonesia ini sudah dari tahun 1945, sekarang pengisian tentang kemerdekaan ini adalah pembangunan, pendidikan, kesehatan. Tetapi masih ada saja masyarakat papua yang masih tergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Bagaimana pembangunan di Papua ingin Berjalan jika KKB terus Mengancam? pemerintah telah memberikan peluang besar-besaran kepada masyarakat Papua seperti otonomi khusus yang  bisa mensejahterakan masyarakat papua.

Salah satu Tokoh Masyarakat Arnold Ronsumbre atau yang biasa dikenal sebagai ketua Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan (YAHAMAK) saat di wawancarai pada hari Rabu (01/08) mengatakan KKB sampai kapanpun tidak akan selamat walupun itu di akhirat karena telah merenggut nyawa orang yang tidak sedikit, kemerdekaan menurutnya adalah bersama bangun Papua, dalam bidang apapun pendidikan dan kesehatan.

"Kami masyarakat Papua punya harga diri, saya menghimbau dengan tegas dan keras sekaligus mengajak  kepada masyarakat Papua  yang ada di manapun jika masih tergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata  (KKB), maka segeralah keluar dari KKB lepaskan apa yang disebut dengan KKB. Saya orang Papua asli, dan saya warga Indonesia, kita tidak bisa menciptakan negara dalam negara, seperti yang diinginkan KKB, kita punya hak hidup, masyarakat Papua yang di gunung dan di pesisir Papua, juga butuh pembangunan jadi saya himbau kepada masyarakat Papua yang tergabung dlm KKB, tinggalkanlah mereka". Pungkas Arnold.

Arnold juga menambahkan bahwa dalam undang-undang darurat, banyak masyarakat yang belum paham tentang larangan membawa Sajam. tanah Papua ini sudah lengkap, cuma tanah Papua ini butuh orang yang bisa memajukannya, sehingga diharapkan agar masyarakat mengisi tanah Papua ini dengan pembangunan agar Papua bisa maju untuk kedepannya.

"Berbicara tentang senjata,  masyarakat biasa tidak diperbolehkan dan tidak  di ijinkan membawa senjata api, begitu pula  dengan budaya orang papua, senjata tajam untuk orang Papua berupa kapak, parang, panah itu semua di pergunakan untuk berburu, bukan membunuh, oleh sebab itu saya menghimbau kepada masyarakat Papua yang turun ke kota tidak boleh memegang senjata tajam dengan alasan budaya. kami berterima kasih terhadap TNI Polri karena pendekatan persuasif dengan cara pendidikan yang dibuat di Papua  sangat baik sehingga anak-anak kami dapat belajar, sudah saatnya kita bangun Papua agar Papua bisa lebih baik kedepannya". Tutup Arnold

Tidak ada komentar:

Posting Komentar