Wiranto Bantah Tuduhan Penggunaan Bom di Nduga, Ini Faktanya! - jayapurazone!!!

Cari Blog Ini

Kamis, 27 Desember 2018

Wiranto Bantah Tuduhan Penggunaan Bom di Nduga, Ini Faktanya!


jayapurazone, - Pernyataan di media-media online dan media sosial yang menyatakan bahwa militer Indonesia melakukan pengeboman dan menewaskan masyarakat tak bersalah di nduga ini dibantah keras oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Jendral Pur. Wiranto. Kamis (27/12).

Wiranto mengatakan dalam mengahadapi tuduhan yang beredar di media-media bahwa aparat keamanan dalam melakukan pengejaran terhadap KKB menggunakan Bom fosfor tidaklah benar, karena pasalnya Bom fosfor putih dikenal sebagai bom kimia yang berbahaya.Tak hanya itu, Menurut Peter Kaiser dalam wawancara 2005, jubir Organisasi untuk larangan senjata kimia, menegaskan bahwa bom kimia yang mempunyai rancun fosfor dan digunakan sebagai senjata jelas dilarang dalam hukum internasional.

"Bom jenis fosfor putih ini dikenal sebagai bom bakar dan termasuk dalam kategori kimia, yang saat ini dilarang oleh hukum internasional. Pasalnya ledakan bom ini akan melemparkan bahan kimia yang akan membakar apapun yang terkena. Dan aparat kemanan di Indonesia tidak pernah menggunaka nya dalam mengejar para KKB," ucap Wiranto.

Penyataan akun Facebook atas nama Agus Mote Papuans yang mengatakan bahwa aparat keamanan melakukan pelanggaran HAM berat karena sudah membunuh warga tak berdosa ini juga di bantah wiranto

Wiranto membantah pernyataan tersebut, dirinya menjelaskan bahwa aparat keamanan tidak pernah membunuh Masyarakat, akan tetapi mereka berhasil melumpuhkan Beberapa KKB yang harusnya di cap sebagai pelanggaran HAM berat atas insiden pembantaian 31 karyawan PT.istaka.

"Aparat keamanan dalam pengejaran terhadap KKB bukan menggunakan Bom, tetapi menggunakan granat pelontar, bedanya kalau bom di jatuhkan dari udara, dan granat pelontar di lontarkan dari senapan. Ini yang membuat masyarakat awam pendukung Papua merdeka terus melakukan propaganda dan menyudutkan aparat keamanan Indonesia," Tegas Wiranto.

Dirinya juga menambahkan bahwa akan mengusut kasus ini, sementara itu, masyarakat di harapkan harus bijak dalam bermedia sosial, jangan terprovokasi oleh berita-berita yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

"Masyarakat harus lebih selektif dan bijak dalam bermedia sosial, karena penyebar hoax dan ujaran kebencian ada dimana-mana. Kami akan mengusut kasus ini, media propaganda OPM akan kami selidiki dan akan kami tutup," tegas Wiranto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar