Pengadilan Negeri Jayapura Laksanakan Sidang Putusan 3 Terdakwa Penyuplai Amunisi KKB - jayapurazone!!!

Cari Blog Ini

Kamis, 24 Januari 2019

Pengadilan Negeri Jayapura Laksanakan Sidang Putusan 3 Terdakwa Penyuplai Amunisi KKB



jayapurazone, - Pengadilan Negeri kelas 1A melaksanakan sidang putusan terhadap 3 terdakwa penyuplai amunisi KKB yang berinisial WH, EW, RH  Kamis, (24/01/2019) pukul 13.15 wit. bertempat di ruang sidang pengadilan negeri Jayapura.

Dalam sidang putusan 3 terdakwa tersebut, tentunya telah melalui penyelidikan oleh Tim Polda Papua, dari beberapa rangkaian dan tahapan terhadap ke 3 Terdakwa, tentunya setelah di tahan nya penyuplai amunisi KKB ini, dapat memperkecil ruang gerak dari kelompok KKB yang sering membuat ulah di wilayah pegunungan Papua.

Dari ketiga terdakwa tersebut masing - masing mempunyai peran yang cukup vital bagi kelompok KKB, WH misalnya, WH adalah salah satu dari ketiga terdakwa tersebut yang mempunyai sejumlah amunisi senjata serta mempunyai beberapa senjata yang diduga hasil rampasan dari aparat keamanan di wilayah Pegunungan Tengah Papua, WH sendiri berdomisili di Kabupaten Jayawijaya.


Peran dari EW adalah sebagi peluncur atau penyuplai amunisi yang berkapasitas cukup besar, EW sendiri mendapatkan amunisi dari WH, mulai dari transaksi tukar menukar amunisi dengan sembako, EW sendiri melakukan suplai amunisi ke kelompok KKB di Kabupaten Lanny Jaya.

Selanjutnya RH, RH sendiri adalah sebagai perantara bagi WH dan EW untuk melaksanakan transaksi amunisi, namun RH juga mempunyai peran dalam membantu menyuplai amunisi bagi kelompok KKB Wilayah Lanny Jaya.

Dari ketiga peran tersebut, hakim ketua pengadilan negeri kelas IA menjatuhkan hukuman penjara masing - masing 2 tahun 6 bulan penjara, setelah terbukti melakukan beberapa tindak pidana berupa transaksi dan penyuplai amunisi bagi kelompok KKB di wilayah pegunungan tengah Papua.


Setelah dilaksanakan sidang putusan, ketiga terdakwa tersebut dikawal ketat oleh aparat keamanan menuju ke Mako Polda Papua guna mendapatkan penahanan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar